LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang
LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang

KRISIS MORAL GENERASI MUDA

Author : Administrator | Jum'at, 06 Januari 2012 09:26 WIB

Permasalahan krisis moral dikalangan para remaja belakangan ini telah menjadi masalah yang cukup serius dimana hasil penelitian membuktikan angkanya selau bertambah. Diantara perkara yang cukup merisaukan adalah jika masyarakat baik orang tua, pengajar, ataupun pendidik tidak menangani dengan seksama . Beberapa tahun terakhir kalangan para remaja menghadapi berbagai problem perilaku yang telah melawan arus antara diri mereka dengan prinsip dasar-dasar sistem ideologi. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan sosial yang muncul dalam masyarakat saat ini.

Jika kita menelaah secara seksama tidak sedikit generasi muda masa kini lebih menyukai mengadopsi budaya barat, mulai dari life style, gaya berpakaian bahkan pola pikir remaja telah beralih meninggalkan adat ketimurannya yang terkenal akan kelembutan. Generasi muda mengalami gejolak, benturan norma dan persoalan nilai yang kurang ditanamkan orang tua dan munculnya usaha generasi muda untuk megadakan perubahan nilai dalam masyarakat yang umumnya bertentangan dengan generasi tua.

Dari fakta-fakta yang muncul, permasalahan yang terjadi para kalangan muda dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan, sekolah dan keluarga dimana dalam permasalahan ini peranan orang tua sangat penting untuk melakukan tindakan preventif atas perilaku yang bersifat normatif dan hal ini pun harus ditanamkan sejak dini agar fase-fase pertumbuhan emosional, sosial, bahasa dan moral seorang anak dapat terkontrol. Penerapan pendidikan tentunya tidak akan semudah mambalik tangan karena di usia remaja seorang anak akan mencari jati diri dan figur yang dianggap cocok dengan karakter dirinya. Banyak remaja yang berontak dengan aturan-aturan dalam keluarga karena mereka menganggap orang tua terlalu kolot, hanya mementingkan kebutuhan material, dan selalu merasa paling benar. Persoalan ini hanya dapat diatasi jika suasana keluarga bisa dianggap nyaman dan adanya saling pengertian di masing-masing pihak, sehingga segala macam konflik dalam keluarga dapat dihindari, karena dengan memberi kebebasan terhadap anak tanpa tuntunan dari orang tua akan dapat berakibat fatal.

Banyak orang yang menginginkan perubahan tapi tidak pernah mempunyai waktu untuk bersungguh-sungguh mengubah dirinya sendiri. Selama ini kita terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan berpikir untuk sesuatu diluar diri kita. Mengubah perkailaku tidak cukup hanya dengan contoh, akan tetapi kita harus mau mendidik, melatih membina secara continue karena proses merupakan bagian dari perubahan. Tegaskan peraturan yang ada dan pastikan lingkungan disekitar kita adalah lingkungan yang kondusif agar dapat memberi pengaruh yang lebih baik sehingga dapat membantu mempermudah keinginan untuk memperbaiki diri. (Maria Ulfa/Ikom/PR/2007)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image