LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang
LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang

Membentuk Pola Pikir Positif sejak dini

Author : Administrator | Jum'at, 06 Januari 2012 09:15 WIB
google.com


Usia 1-3 tahun merupakan masa emas pembentukan otak anak.  Oleh karenanya anak-anak harus diajari berperilaku baik sejak usia dini karena kebiasaan itu akan melekat hingga dewasa. Minimnya perhatian dari orang tua dapat menjadi pemicu seorang anak tidak lagi meletakkan orang tua sebagai figure apalagi orang tua yang hanya sibuk dalam pemenuhan materi. Seharusnya orang tua harus bisa membatasi informasi yang diakses oleh anak, contohnya dengan memeriksa isi hp, menanyakan apa yang terjadi hari ini dan perhatian-perhatian kecil masalah seputar pertemanannya, sehingga anak tidak lagi canggung untuk terbuka dengan orang tua dalam hal apapun.

Kebiasaan diatas bisa menjadi pencegahan supaya anak tidak sembarang mencari teman, curhat kepada orang yang tidak kenal sebagaimana kasus yang marak akhir-akhir ini banyak remaja yang hilang setelah berkenalan lewat jejaring socialtidak sedikit anak yang berontak kabur dari rumah karena merasa dikekang itu tidak akan pernah terjadi kalau kita sebagai orang terdekat bisa member perhatian yang cukup .

Pergaulan dan lingkungan juga berperan membentuk pola pikir anak, suatu kasus yang terjadi di malang yaitu seorang bocah yang telah terbiasa merokok sejak balita. Setiap pagi setelah bangun tidur dan cuci muka, (SD) langsung minta rokok. Setelah merokok Sandi langsung diambil oleh teman-temannya yang bekerja sebagai tukang parkir atau tambal ban dan baru sore hari Sandi dikembalikan ke rumah hal ini merupakan fenomena yang tidak bisa dibiarkan karena ini juga akan berimbas buruk terhadap psikologisnya.

Oleh karenanya penerapan pembentukan sikap positif harus ditanamkan sejak dini agar anak tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang dianggap kurang baik.( Maria Ulfa/Ikom/PR/2007)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image