LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang
LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang

Tutup Lokalisasi tanpa Perlawanan

 
BUKAN MAU PERANG: Petugas kepolisian saat mengamankan penutupan lokalisasi Pucuk di Kota Jambi kemarin. (M Ridwan/Jambi Ekspres/JPNN)

JAMBI

14 Oktober 2014 05:00 WIB

JAMBI– Dua lokalisasi di Kota Jambi, Payo Sigadung alias Pucuk dan Langit Biru, resmi ditutup Senin kemarin (13/10). Penutupan itu ditandai dengan deklarasi bersama pemerintah Kota Jambi, Pemprov Jambi, forkompinda, serta mantan PSK. Deklarasi tersebut dilaksanakan di depan pintu gerbang masuk Payo Sigadung atau Pucuk.

Tidak ada perlawanan dari warga Pucuk terhadap deklarasi itu. Mereka hanya melihat dari kejauhan sambil sesekali menyoraki pemerintah Kota Jambi.

Hal itu tak menyurutkan niat pemerintah untuk menutup lokalisasi. Petugas kepolisian yang lengkap dengan tampangnya siap mengamankan deklarasi tersebut. Namun, unjuk rasa yang dikhawatirkan tak terjadi.

Pada deklarasi itu, perwakilan Kementerian Sosial dijadwalkan hadir. Namun, hingga saat deklarasi, pesawat yang membawa mereka dari Jakarta tak bisa terbang ke Jambi. Ketua Tim Penutupan Lokalisasi Iskandar Nasution menyatakan, mereka akan tetap mengupayakan datang ke Jambi kemarin meski deklarasi sudah usai. ”Mereka akan upayakan ke Jambi,” katanya.

Iskandar menerangkan, pascadeklarasi, lokalisasi akan dijaga petugas gabungan. Yakni, 709 kekuatan yang terdiri atas TNI, Polri, dan satpol PP.

”Lokalisasi akan dijaga 24 jam selama sebulan penuh,” ungkapnya. Dari data beberapa waktu lalu, tercatat 280 PSK di Pucuk dan 39 PSK di Langit Biru. Namun, yang bersedia dipulangkan hanya tujuh PSK di Langit Biru. ”Pukul 13.00, kami ke Langit Biru untuk pemulangan eks PSK,” jelasnya.

Wali Kota Syarif Fasha seusai deklarasi menerangkan bahwa kegiatan itu mendapat dukungan penuh dari Kementerian Sosial. Setelah penutupan tersebut nanti, lokalisasi itu dijadikan pusat pendidikan.

Kapolda Jambi Bambang Sudarisman juga turut hadir dalam deklarasi tersebut. Menurut dia, pihaknya mendukung penuh kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Jambi. Dan untuk pengamanan, dikerahkan lebih dari 700 pasukan. Dengan 453 di antaranya dari kepolisian dan selebihnya dari TNI serta satpol PP. http://www.jawapos.com/baca/artikel/8083/Tutup-Lokalisasi-tanpa-Perlawanan-

kembali

Shared: