LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang
LP3A
Universitas Muhammadiyah Malang

Opini

Refleksi Kartini terhadap Pemberdayaan Perempuan Menuju Era MEA


PENDAHULUAN

Kartini seorang priyayi Jawa, anak dari RM Ario Sosroningrat, Bupati Jepara. RA. Kartini Lahir 21 April 1879 dan meninggal 17 September 1904 (Usia 25 tahun). Sekolah di ELS (Europese Lagere School) sampai usia 12 tahun, selanjutnya dipingit; aktivitas selanjutnya adalah berkorespondensi, bahasa Belanda menjadi modal utama. Suami RMAA. Singgih Djojo Adhiningrat, menikah pada 12 Nopember 1903, Melahirkan 1 anak RM. Soesalit 13 September 1904. Read more!!!

 
 Gerakan Perempuan Dalam Perspektif Muhammadiyah

 

Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang berkemajuan, yang ketika penggunaan bangku masih dianggap warisan Belanda yang nota bene disebut kafir oleh ulama pada masa itu, Kiai Ahmad Dahlan membuat terobosan dengan pemakaian bangku di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ketika Khutbah Jumat masih menggunakan bahasa Arab, Muhammadiyah berani menganjurkan penggunaan bahasa Indonesia dan tidak jarang menggunakan bahasa setempat agar isi khutbah tersebut bisa dipahami oleh masyarakat. KH. Ahmad Dahlan dikenal sebagai Kiai yang moderat dan cenderung melawan arus pada zamannya banyak mengkritik pemahaman masyarakat tentang Islam pada masa itu. Islam sering dituduh telah memberi legitimasi terhadap penyempitan peran perempuan hingga kekerasan terhadap perempuan. Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang cukup mapan menempatkan perempuan setara dengan laki-laki. Kiai Ahmad Dahlan dibantu Nyai Walidah menggerakkan perempuan untuk memperoleh ilmu, melakukan aksi sosial di luar rumah yang bisa disebut radikal dan revolusioner saat itu. Kaum perempuan didorong meningkatkan kecerdasan melalui pendidikan informal dan nonformal seperti pengajian dan kursus-kursus. Read More !!!


 
Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum tetapi tersenyumlah untuk bahagia. (Dr. Aidh Abdullah al-Qarni)

Kebahagiaan

Kebahagiaan adalah satu kata yang memiliki beribu makna. Sebagian orang berpikir bahwa kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Sedangkan, secara etimologi kebahagiaan berarti keadaan senang, tentram; terlepas dari segala yang menyusahkan, yang mana suatu keadaan yang berlangsung, bukanlah suatu perasaan atau emosi yang berlalu.

               Menurut Al-Ghazali, salah seorang ulama dan pemikir besar muslim mengatakan bahwakebahagiaan akan dapat dicapai apabila manusia sudah bisa menundukkan nafsu kebinatangan dan setan dalam dirinya, dan menggantinya dengan sifat malaikat.  Baginya, kebahagiaan tertinggi adalah ketika manusia telah terbuka hijabnya dengan Allah, ia bisa melihat Allah dengan mata hatinya atau ma’rifatullah serta ilmu dan amaladalah jalan untuk mencapai kebahagiaan hakiki. Read more!!!

             

Shared: